Arsip Kategori: PERISTIWA

GEMPA 7,4 SR DI BANTEN

Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah: BANTEN, BENGKULU, JABAR, LAMPUNG, Gempa Mag:7.4, 02-Agu-19 19:03:21 WIB, Lok:7.54 LS, 104.58 BT (147 km BaratDaya SUMUR-BANTEN), Kedlmn:10 Km ::BMKG

Daerah yang berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan:
[ Kota/ Kabupaten (Provinsi) – Status Peringatan ]
• PANDEGLANG BAGIAN SELATAN (BANTEN) – SIAGA
• PANDEGLANG PULAU PANAITAN (BANTEN) – SIAGA
• LAMPUNG-BARAT PESISIR-SELATAN (LAMPUNG) – SIAGA
• PANDEGLANG BAGIAN UTARA (BANTEN) – WASPADA
• LEBAK (BANTEN) – WASPADA
• TANGGAMUS PULAU TABUAN (LAMPUNG) – WASPADA
• SUKABUMI UJUNG-GENTENG (JABAR) – WASPADA
• TANGGAMUS BAGIAN TIMUR (LAMPUNG) – WASPADA
• LAMPUNG-SELATAN KEP. KRAKATAU (LAMPUNG) – WASPADA
• LAMPUNG-SELATAN KEP. LEGUNDI (LAMPUNG) – WASPADA
• LAMPUNG-BARAT PESISIR-TENGAH (LAMPUNG) – WASPADA
• LAMPUNG-BARAT PESISIR-UTARA (LAMPUNG) – WASPADA
• BENGKULU-UTARA PULAU ENGGANO (BENGKULU) – WASPADA
• KAUR (BENGKULU) – WASPADA
• LAMPUNG-SELATAN KEP. SEBUKU (LAMPUNG) – WASPADA
• BENGKULU-SELATAN (BENGKULU) – WASPADA
• SERANG BAGIAN BARAT (BANTEN) – WASPADA
• SELUMA (BENGKULU) – WASPADA

Sumber :
http://inatews.bmkg.go.id/

Equinox Fenomena Biasa, BMKG Imbau Masyarakat Tenang

Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi beredarnya berita yang menyebutkan adanya fenomena Equinox, dimana matahari mencapai titik terdekat dengan bumi sehingga menyebabkan peningkatan suhu ekstrem yang bisa menyebabkan sun stroke dan dehidrasi.
Deputi Bidang Meteorologi BMK, Drs. Mulyono Rahadi Prabowo, M.Sc., menjelaskan equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.
Saat fenomena  ini berlangsung, matahari dengan bumi memiliki jarak paling dekat konsekuensinya wilayah tropis sekitar ekuator akan mendapatkan penyinaran matahari maksimum,” ungkap Prabowo dalam siaran persnya Senin (25/3).
Namun demikian, menurut Prabowo, fenomena ini tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis maupun ekstrim. “Secara umum, diketahui rata-rata suhu maksimum di wilayah Indonesia berada dalam kisaran 32-36°C,” ungkapnya.
Berdasakan pengamatan BMKG, Deputi bidang Metereologi BMKG itu menyampaikan, bawa suhu maksimum tertinggi pada hari kemarin 23 Maret 2019 tercatat 37,6°C di Meulaboh, Aceh.
“Equinox bukan merupakan fenomena seperti gelombang panas atau heat wave yang terjadi di Eropa, Afrika dan Amerika, yang merupakan kejadian peningkatan suhu udara ekstrem di luar kebiasaan dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama,” ujar Prabowo.
Menyikapi hal ini, Prabowo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang.
Ia menyebutkan, secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab/basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa/periode transisi/pancaroba.
Karena itu, Prabowo menyarankan, ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.

Kapolsek Rawa Pitu : Belasan Rumah Sudah Terendam Banjir Dan Ratusan Rumah Akan Ikut Terendam Juga

Hujan deras yang mengguyur Kampung Duta Yoso Mulyo, Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang semalaman membuat belas rumah sudah terendam banjir dan ratusan rumah bisa ikut terendam juga.
Kapolsek Rawa Pitu Ipda Samsi Rizal AB, SE, MH mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, hujan deras yang mengguyur di kampung tersebut, terjadi hari Selasa (12/3) malam dan akibatnya sebanyak 19 rumah warga sudah terendam banjir.
Ketinggian air yang menggenangi rumah warga setinggi 15-20 cm dan apabila hujan deras terus menerus turun ketinggian air dipastikan akan terus bertambah,” ujar Ipda Samsi. Rabu (13/3).
Ada sekitar 300 rumah warga yang saat ini sudah tergenang air di halaman rumahnya dan dari data yang didapat oleh petugas Polsek saat turun langsung ke lokasi, belum ada korban jiwa akibat peristiwa ini.
Petugas setempat juga sudah menghimbau kepada warga masyarakat, untuk sementara meninggalkan rumahnya yang sudah terendam banjir dan segera mengungsi ke daerah yang lebih aman untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kenaikan ketinggian air.
Saat ini, petugas setempat juga sudah berkoordinasi dengan aparatur kampung, untuk membantu warga membersihkan rumah serta mengevakuasi barang-barang dari genangan air .
Sumber: website 
Polrestulangbawang 

Polsek Rawa Jitu Selatan Evakuasi Korban Terdampak Bencana Alam Angin Puting Beliung

Polsek Rawa Jitu Selatan melakukan evakuasi dan pendataan terhadap korban terdampak bencana alam angin puting beliung.
Kapolsek Rawa Jitu Iptu Mahbub Junaidi mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, bencana alam tersebut terjadi hari Selasa (12/3), sekira pukul 15.30 WIB, di Kampung Karya Cipta Abadi, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang. 
akibatnya sebanyak 16 bangunan mengalami kerusakan, terdiri dari 4 rumah mengalami rusak berat dan 11 rumah serta 1 pos ronda mengalami rusak sedang/ringan,” ujar Iptu Junaidi. Rabu (13/3).
Kejadian bencana alam angin puting beliung ini, terjadi ketika cuaca sedang turun hujan deras. Warga pemilik bangunan yang terkena bencana sempat panik, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Mendapatkan informasi mengenai kejadian bencana alam, petugas kami langsung sigap turun ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk membantu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman sampai situasi kembali normal.
Dari hasil pendataan yang dilakukan oleh petugas kami, akibat kejadian bencana alam ini kerugian materiil ditaksir sekira Rp. 15 Juta.
Sumber: website 
Polrestulangbawang

Anjloknya KRL KA 1722 relasi Jatinegara – Bogor

Kereta api anjlok dari relnya.
Kereta api 1722 relasi Jatinegara – Bogor dipetak jalan antara Cilebut – Bogor yang terjadi pads 10/3/2019 pukul 10.15 WIB. Petugas dari PT KAI Daop 1 dan PT KCI telah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi penumpang dan KRL.

Beberapa penumpang mengalami luka-luka akibat KRL anjlok di lintasan Kebon Pedes, Kota Bogor.
PT KCI menghimbau keluarga korban untuk mengecek informasi di Stasiun Bogor. Evakuasi dan perbaikan terus dilakukan petugas.

Anjloknya KRL KA 1722 relasi Jatinegara – Bogor di petak jalan antara Cilebut – Bogor menyebabkan jalur itu lumpuh. Akibatnya, perjalanan KRL relasi tersebut hanya beroperasi sampai Depok.

Perjalanan menuju Bogor akan berhenti Stasiun Depok.

Ada 10 orang korban luka akibat kereta anjlok:

Pegawai PT. KAI :
1. Bpk. Yakub (masinis).
2. Bpk. Danang.

Penumpang :
1. Tasya, 20 thn.
2. Tanti.
3. Nurhayati, 49 th.
4. Aprilia.
5. Santi, 22 thn.
6. Lilis, 22 thn.
7. Lisap Herni, 18 thn.
8. Sofa Mulya, 18 thn.

Sumber :

Beredar foto kondisi korban LION AIR JT 610 sebelum terjadi musibah

Dari semalam di Media sosial sudah ramai beredar foto detik detik sebelum musibah pesawat Lion Air JT 610 terjadi. Tidak tahu tujuannya untuk apa,dan apa untungnya bagi dia.

Menanggapi hal ini , bapak SUTOPO PURWO NUGROHO langsung memberikan klarifikasi dengan sangat jelas.

“Dua foto ini bukan penumpang pesawat JT 610.

Jika anda menerima foto berikut dan mengatakan ini kondisi penumpang Lion Air sebelum jatuh. Itu semua bohong ,Hoax.

Foto tersebut merupakan kondisi penumpang pesawat Sriwijaya saat turbulensi beberapa waktu lalu. Semua penumpang dan pesawat selamat.”

Begitulah keterangan dari Bapak SUTOPO PURWO NUGROHO.

Semoga anda tidak termasuk yang menyebarkan foto-foto tersebut yaaa…

 

(agus w / beloksini.com )(30-10-2018)