Arsip Kategori: BERITA KESEHATAN

Bpjs kesehatan mandiri beralih ke PBI APBN

 

Tulangbawangmendunia.com — Beberapa waktu lalu tepatnya mulai bulan agustus 2019, penerima program BPJS KESEHATAN gratis dari pemerintah banyak yang di nonaktifkan.  Bersama itu pula pemerintah juga mendaftarkan peserta pengganti penerima bpjs kesehatan gratis.

Bagi anda yang merasa menjadi peserta bpjs kesehatan gratis dari pemerintah, ada baiknya cek status kepesertaan kartu bpjs kesehatan anda. Apakah masih aktif atau sudah non aktif.

Tapi untuk pengalaman yang akan kami bagikan kali ini sedikit berbeda.

Berawal dari bulan desember 2019, salah satu keluarga peserta bpjs kesehatan mandiri ingin membayar iuran rutin tiap bulan. Pada saat di cek di aplikasi pembayaran, ternyata tagihan sudah lunas. Dalam batin,mungkin ada sedikit kesalahan sistem dari pihak bpjs kesehatan sehingga tidak muncul tagihan.

Dengan penuh rasa penasaran, akhirnya peserta tersebut mencoba menunggu sampai bulan januari 2020. Siapa tahu di bulan januari 2020 tagihan bpjs kesehatan muncul.

Setelah menunggu selama satu bulan, akhirnya bulan januari tiba.

Peserta BPJS kesehatan tersebut kembali mencoba untuk membayar iuran nya, tetapi apa yang terjadi.

Ternyata kondisi masih sama,yaitu tidak ada tagihan.  Dengan rasa bingung dan bertanya tanya, akhirnya peserta bpjs kesehatan tersebut meminta tolong untuk bisa di cek status kepesertaan kartu bpjs kesehatan nya..

Untuk cek status kepesertaan kartu bpjs kesehatan, kita bisa meminta bantuan kepada admin media sosial resmi BPJS KESEHATAN.

Setelah dicek, alangkah terkejutnya peserta bpjs kesehatan tersebut. Mengapa….?, karena status kepesertaan yang tadinya merupakan peserta mandiri kini dialihkan menjadi peserta PBI APBN yang gratis tanpa harus membayar iuran, dan status kepesertaan kartu bpjs kesehatan aktif.

Hal tersebut tanpa adanya pemberitahuan kepada peserta.

Jadi bagi anda yang merasa menjadi peserta bpjs kesehatan mandiri, tetapi mulai Desember 2019 tidak ada tagihan, bisa saja status kepesertaan anda dialihkan ke PBI APBN yang gratis dari pemerintah.

Semoga bermanfaat.

Inilah daftar penyakit yang menjadi cakupan PRB bpjs kesehatan

Untuk semua pengguna program BPJS KESEHATAN, tahukah anda penyakit apa saja yang menjadi cakupan program rujuk balik…?.

  Pelayanan Rujuk balik adalah Pelayanan kesehatan yang   diberikan kepada penderita   di Fasilitas Kesehatan  atas  rekomendasi/rujukan  dari  Dokter  Spesialis/Sub Spesialis yang merawat.

Dan Berikut ini merupakan penyakit yang menjadi cakupan PRB antara lain:

1. Diabetes Melitus
2. Penyakit Jantung
3. Stroke
4. Hipertensi
5. Asma
6. Epilepsi
7. Sindrome Lupus Erimatosus (SLE)
8. Gangguan Kesehatan Jiwa Kronik
9. PPOK

Makan Sambil minum ternyata tidak bagus untuk Tubuh

Sudah sewajarnya dan sudah menjadi kebiasaan saat menyantap makanan selalu ada minuman juga disebelah kita.

Makan tanpa minum rasanya pasti seret sekali dan tidak enak baik di mulut maupun di perut. Apalagi kalau kita sudah terbiasa dengan makan disertai minum.

Tetapi tahukah anda jika makan sambil minum ternyata tidak baik untuk tubuh?

Begini penjelasan singkatnya saja.

Minum di sela makan bisa memengaruhi pH keaasaman lambung. Sedangkan, tingkat keasaman yang seimbang dibutuhkan untuk membantu menstimulasi pelepasan enzim-enzim pencernaan. Selain itu, juga mampu memperbaiki tingkat penyerapan vitamin seperti B12.

Enzim-enzim yang dikeluarkan ini berfungsi untuk melembutkan makanan sehingga lebih mudah dicerna. Namun sayangnya, jika kalian minum sambil makan, pH lambung akan berubah dan mengganggu proses pemecahan protein, penyerapan viamin, dan proses pencernaan makanan.

Jika kalian masih terbiasa makan di sela minum, mungkin sudah saatnya mulai saat ini untuk berusaha menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Selesaikan dulu makanan kamu sampai habis, baru kalian minum seperti biasa.

Dan usahakan minum air putih ya biar lebih sehat.

Semoga tips ini bermanfa’at.

Jangan Tertipu, Ternyata Lima Info Kesehatan Ini Palsu

Semakin majunya dunia teknologi komunikasi memberikan dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat. Mereka dengan mudah bisa mendapatkan informasi dengan cepat, melalui internet.

Namun gencarnya media sosial dan internet juga membuat banyak kabar palsu atau hoax beredar di masyarakat. Salah satunya adalah kabar atau informasi di bidang kesehatan yang masih saja dipercayai oleh masyarakat.

Dalam acara Ngopi bareng Mafindo Jakarta, ‘Membedah Hoax Kesehatan’ di Auditorium Museum Nasional Jakarta, Sabtu 31 Maret 2018, dijelaskan ada beberapa berita hoax atau palsu yang masih diyakini oleh masyarakat. Apa saja itu? Berikut ini rangkumannya.

1. Monosodium Glutaman atau MSG bikin bodoh

Banyak kabar yang beredar di masyarakat bahwa mengonsumsi MSG membuat seseorang menjadi bodoh hingga bisa menyebabkan kematian. Dokter dari RS Siloam Purwakarta, dr. Vidoe Aseanto Tanessia menyebut bahwa kabar itu adalah hoax.

Dia menyebut hingga kini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi MSG bisa menyebabkan kebodohan atau kematian. Dia mengatakan, meski begitu setiap orang memiliki batasan atau dosis dalam mengonsumsi MSG.

“Jadi tidak boleh melebihi dosis 60 mg per kg berat badan. Misalnya, kita punya berat bada 60 kg, dosis maksimal mengonsumsi MSG adalah 3.600 mg. Satu mangkok bakso itu rata-rata menggunakan 0,5 mg MSG, sedangkan di masakan Chinesee Food minimal 2 gram dalam satu mangkok makanan,” tutur dia.

2. Menusuk pakai jarum sebagai langkah pertolongan pertama penderita stroke

Banyak yang menyebut bahwa menusukkan jarum ke beberapa tempat seperti ujung jari dan telinga sebagai langkah pertolongan pertama penderita stroke adalah hoax.

“Itu hoax, karena ketika seseorang mengalami stroke ada yang namanya golden periode, di mana selama enam jam dia harus dibawa ke rumah sakit untuk ditangani,” kata dia.

Aseanto menyebut, jika lebih dari enam jam penanganannya atau bisa dibilang terlambat penangannya akan membuat penderita stroke pelo atau sebagian wajah menurun hingga lumpuh.

“Makanya waktu terbaik, ya itu (golden period). Jika melihat ada stroke, bisa melakukan tindakan pertama dengan memindahkan dia jika dia ada di kamar mandi, dan menelpon rumah sakit untuk membawanya ke rumah sakit,” tuturnya.

3. Cokelat dan mi instan yang dikonsumsi berbarengan sebabkan kematian

Pada mi instan, kandungan yang paling bahaya adalah zat pengawet, yakni natrium sehingga terlalu sering mengonsumsi mi bisa merusak usus. Sementara cokelat kemasan punya kadar kolesterol dan lemak yang tinggi. Namun jika kedua makanan ini dikonsumsi bersamaan tidak akan menimbulkan efek keracunan atau kematian.

Ilustrasi olahan mi instan.

4. Minum air dingin setelah makan bisa picu kanker

Banyak orang percaya air dingin bisa mengumpalkan lemak dalam makanan yang dikonsumsi dan menumpuk di saluran pencernaan yang seiring waktu menyebabkan kanker saluran pencernaan. Tapi itu salah karena saat air dingin masuk ke dalam saluran pencernaan, tubuh secara otomatis akan meningkatkan suhu air untuk menyesuaikan dengan suhu tubuh normal.

5. Vaksin human papillomavirus (HPV) bikin menopouse lebih dini

Vaksi HPV punya cara kerja yang sama dengan jenis vaksin lainnya, yakni dengan merangsang pembentukan antibodi, sehingga tidak berkaitan dengan hormon atau menopouse. Vaksin ini justru bis meminimalisir risiko kanker serviks yang merupakan kanker pembunuh nomor dua perempuan Indonesia.

 

Di ambil dari: viva.co.id

Soal Kehalalan, Menkes Perbolehkan ‘Tunda’ Vaksin MR

Pelaksanaan pemberian vaksin MR atau imunisasi campak- rubella yang masih terbentur pro-kontra kehalalannya membuat Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengambil langkah untuk memperbolehkan daerah untuk melakukan penundaan sementara.

Hal ini disampaikan Nila melalui Surat edaran tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tanggal 6 Agustus 2018 ditujukan kepada para gubernur dan bupati di seluruh Indonesia yang dikirim pada Senin siang.

“Pelaksanaan Imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar’i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis. Sedangkan pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar’i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR,” kata Menteri Nila dalam surat edaran yang dikutip di Jakarta.

Dalam surat edaran tersebut, juga tertulis tentang pelaksanaan imunisasi MR fase dua.

“Memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memilih menunggu terbitnya fatwa MUI tentang imunisasi MR, agar dapat memperoleh imunisasi MR pada kesempatan berikutnya sampai akhir bulan September 2018.”

Kampanye Imunisasi MR dibagi ke dalam dua fase. Fase pertama telah dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2017 di enam Provinsi di Pulau Jawa. Sedangkan fase kedua sedang berlangsung pelaksanaannya di 28 Provinsi di luar Pulau Jawa.

Imunisasi MR dilakukan dengan menyasar anak usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun. Anak di usia ini dinggap memiliki kerentanan paling tinggi terhadap penyakit tersebut.

Meski memutuskan untuk memperbolehkan adanya penundaan sementara, namun Menkes mengingatkan dampak akibat penyakit campak dan rubella yang bisa merugikan masa depan bangsa Indonesia.

“Merupakan kewajiban pemerintah bersama masyarakat untuk melindungi anak-anak dan masyarakat Indonesia dari bahaya penyakit campak dan rubella. Kita perlu mempertimbangkan dampak penyakit campak dan rubella pada generasi penerus bangsa apabila tidak diiakukan vaksinasi MR,” katanya.

 

Di kutip dari: ANTARANEWS dan Cnnindonesia

Makanan untuk Penderita Maag yang Harus Dijauhi

Sakit maag bisa terjadi pada siapa saja. Salah satu penyebabnya adalah makanan yang kita konsumsi. Jika Anda menderita penyakit ini, sebaiknya kenali makanan untuk penderita maag yang perlu dikurangi atau bahkan dihindari.

Sakit maag atau dispepsia bisa dipicu karena makan terlalu banyak atau terlalu cepat, stres, mengonsumsi obat tertentu, atau menderita penyakit tertentu. Sakit maag juga bisa dihubungkan dengan gaya hidup yang buruk dan tidak sehat. Contohnya merokok, mengonsumsi makanan yang pedas, berminyak dan berlemak, serta minum minuman beralkohol, bersoda atau berkarbonasi, dan berkafein.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Maag

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, makanan dan minuman bisa menjadi salah satu pemicu penyakit maag. Di bawah ini adalah beberapa jenis makanan untuk penderita maag yang perlu dijauhi:

  • Makanan dan minuman asam
    Beberapa jenis makanan, seperti buah jeruk, lemon, limau, saus tomat, serta minuman berkarbonasi/bersoda bersifat asam, sehingga dapat menyebabkan masalah pencernaan. Bila Anda menderita maag, sebaiknya hindari makanan dan minuman tersebut.

  • Makanan pedas
    Makanan pedas termasuk makanan untuk penderita maag yang sebaiknya dijauhi, sebab dapat meningkatkan risiko iritasi pada saluran pencernaan, termasuk lambung. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gangguan pencernaan, dianjurkan untuk memilih makanan lembut dan hindari makanan pedas.

  • Produk olahan susu
    Kandungan laktosa membuat susu menjadi cenderung lebih sulit dicerna oleh tubuh. Ketika laktosa tidak dapat dicerna dengan baik, perut akan menjadi kembung, menghasilkan gas atau menyebabkan diare. Hal ini tentu dapat memperberat keluhan penderita maag. Meski begitu, bukan berarti Anda harus menjauhi produk susu sepenuhnya. Susu mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh, terutama kalsium, yang penting bagi perkembangan dan kesehatan tulang. Mintalah saran dokter mengenai batasan dalam mengonsumsi susu, serta pilihan produk pengganti susu untuk mencukupi nutrisi Anda.

  • Makanan berlemak dan digoreng
    Makanan lain yang perlu dihindari penderita maag adalah makanan berlemak dan digoreng. Makanan berlemak dapat memperlambat otot-otot pencernaan, dan memperlambat pengosongan lambung. Selain itu, makanan berlemak juga bisa memperburuk konstipasi dan diare. Sedangkan makanan yang digoreng, membutuhkan waktu lebih banyak untuk dicerna, rendah serat dan dapat membuat perut kembung.

  • Makanan dan minuman manis
    Fruktosa dan makanan atau minuman dengan pemanis buatan diduga dapat menyebabkan dispepsia. Ini karena pemanis tidak sepenuhnya mampu dicerna dan diserap tubuh sebelum mencapai usus.

  • Alkohol
    Alkohol tidak mengandung protein, vitamin, atau nutrisi lainnya. Alkohol bisa berbahaya bagi lapisan lambung dan metabolisme hati, sehingga justru bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Alkohol juga bersifat iritatif, sehingga dapat memperparah keluhan penderita maag.

  • Minuman berkafein
    Minuman berkafein, seperti kopi, teh, soda, dan cokelat dapat merangsang saluran pencernaan. Jika dikonsumsi berlebihan, minuman berkafein dapat memicu atau memperburuk gejala maag Anda.

Meski harus menghindari berbagai jenis makanan yang sudah disebutkan di atas, masih banyak pilihan makanan untuk penderita maag yang aman untuk dikonsumsi. Penderita maag juga disarankan untuk makan sedikit namun sering, serta mengunyah makanan secara perlahan sebelum ditelan. Jika perlu saran lebih lanjut tentang pola makan untuk penderita maag, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Semoga bermanfaat.

Dari berbagai sumber