Satelit Nusantara Satu Percepat Koneksi Internet

Satelit Nusantara Satu telah meluncur ke orbitnya, tepat di atas Papua, Indonesia, Februari 2019 lalu. Satelit yang dimiliki oleh PT Pasifik Satelit Nusantara ini merupakan salah satu pencapaian untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia digital. Menurut CNN kecepatan rata-rata internet indonesia ada di peringkat ke 42 dari 46 negara. Sementara untuk mobile internet Indonesia ada di peringkat 43 dari 45 negara. Maka kecepatan internet di Indonesia masih sangat lemah. Kecepatan rata-rata internet kabel dunia sebesar 54,3 Mbps, dan Indonesia hanya sebesar 15,5 Mbps. dari kabar yang beredar, Satelit Indonesia Satu akan mempercepat koneksi internet di Indonesia sekaligus menyempurnakan Palapa Ring Project.

Perjalanan Satelit di Indonesia

Ide memiliki satelit komunikasi untuk pembangunan telekomunikasi nasional Indonesia muncul pada tahun 1960. Ide tersebut tidak langsung didukung oleh masyarakat karena ide tersebut dinilai baru dan mewah. Padahal keberadaan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (sebutan satelit saat itu) di Indonesia yang merupakan negara kepulauan, sangat membantu proses komunikasi. Akhirnya pada tahun 1974, pemerintah mengumumkan akan meluncurkan satelit pertama Indonesia, Palapa A1. Hingga tahun 2015, Indonesia telah meluncurkan 10 satelit, yaitu Palapa A1, Palapa A2, Palapa B1, Palapa B2, Palapa B2P, Palapa B2R, Palapa B4, Telkom 1, Telkom 2, dan Telkom 3. Dua diantaranya mengalami kegagalan, yaitu satelit Palapa B2 dan Telkom 3.

Kemudian pada Februari tahun 2017 Telkom kembali meluncurkan satelit, bernama Telkom 3S. Satelit Telkom 3S menempati orbit pada 118 derajat BT yang diperkirakan ada di atas Selat Makasar. Posisi tersebut akan membuat Telkom 3S mampu mencakup seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara, dan sebagian Asia Timur. Satelit ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan peralatan transmisi untuk pengembangan layanan bisnis satelit Indonesia. Adanya satelit juga membantu Indonesia yang memiliki geografi yang unik, ribuan pulau dan pegunungan yang tidak bisa dijangkau hanya dengan serat optik. Oleh karenanya, satelit merupakan solusi untuk menjangkau area terdepan, terluar, dan terpencil untuk meniadakan kesenjangan telekomunikasi dan informasi di berbagai wilayah Indonesia.

Satelit Indonesia Satu, merupakan satelit broadband pertama di Indonesia dilengkapi dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Satelit yang lepas landas di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat ini menggunakan roket Falcon 9 milik Space-X. Satelit yang disebut sebagai tonggak sejarah ini akan digunakan untuk keperluan pemerintah menyebarkan internet hingga ke pelosok desa. Keistimewaan lain adalah dengan teknologi HTS memungkinkan adanya multiple beam, yang membuat kapasitas bandwidth menjadi berkali-kali lipat. Kecepatan internet nantinya diperkirakan mencapai 15 Gbps.

Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) optimis bahwa kehadiran Satelit Nusantara Satu akan mengatasi kesenjangan akses internet di berbagai wilayah. Peningkatan akses internet di wilayah Indonesia Timur akan membuka kesempatan adanya peluang-peluang ekonomi baru. Mudahnya akses internet adalah satu kunci kemajuan ekonomi modern. Satelit Nusantara Satu bisa menjadi modal untuk kemajuan masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok. Internet yang bisa diakses oleh siapa saja juga akan membantu birokrasi menjadi lebih efisien, serta mendukung transparansi penggunaan biaya.

Adanya Satelit Nusantara Satu, diharapkan dapat membuka akses internet ke 25.000 desa di Indonesia. Internet dan media sosial akan membuka wilayah pemasaran yang lebih luas bagi para pelaku usaha mikro. ASSI berharap semua lapisan masyarakat bisa menikmati adanya internet, terutama UMKM, pengusaha kafe, warung yang makin banyak di daerah-daerah, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan hingga Kominfo. Manfaat yang dirasakan tidak hanya datang dari sektor ekonomi saja, ada beberapa manfaat lain, yaitu:

  1. Mengurangi Kesenjangan Internet

    Faktanya memang masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mendapat akses internet. Satelit Nusantara Satu yang dilengkapi dengan HTS, mampu memberikan akses internet ke berbagai wilayah Indonesia hingga ke pelosok negeri. Hal tersebut juga akan membantu pemerintah dalam merealisasikan swasembada broadband, kondisi dimana satelit mampu memenuhi kebutuhan internet masyarakat Indonesia dengan infrastruktur lokal.

  2. Internet Lebih Cepat

    Satelit Nusantara Satu dilengkapi dengan fasilitas HTS yang membuat kecepatan internet mencapai 15 Gbps. internet yang lebih cepat berdampak pada meningkatnya pelayanan, baik dari pemerintah maupun layanan lain di luar pemerintah. Layanan yang disediakan pemerintah saat ini banyak yang bisa dilakukan secara online. Pembuatan surat izin, SKCK, paspor, pajak, hingga NPWP, bisa dilakukan secara online. Cepatnya koneksi internet yang dibarengi dengan stabilnya koneksi tentu akan sangat membantu kelancaran layanan tersebut.

  3. Memperbaiki Konektivitas Sumber Daya Manusia

    Salah satu tujuan dari adanya Satelit Nusantara Satu adalah memberikan akses internet hingga ke pelosok negeri. Hal tersebut akan membantu masyarakat terkoneksi lebih baik. Dengan demikian, informasi-informasi seperti lowongan pekerjaan atau layanan pemerintah yang berkaitan dengan program di desa, akan tersebar lebih luas dan lebih cepat. Informasi yang merata bisa menjadi acuan menipisnya kesenjangan internet di tanah air.

  4. Efisiensi Dalam Berbagai Layanan

    Selain dilengkapi dengan HTS, Satelit Nusantara Satu juga dilengkapi dengan teknologi Next Generation Electric Propulsion yang berdampak pada cost effective. Satelit yang lebih ringan akan menjadikan biaya investasi lebih terjangkau, hal tersebut juga akan membuat layanan jaringan menjadi lebih murah. Selain biaya yang terjangkau, pemerintah juga berencana untuk menyambungkan layanan pemerintah di puskesmas, sekolah, kantor desa dan kelurahan. Hal tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan layanan.

2 Satelit Lain Menunggu Mengangkasa

Belum puas dengan kecepatan 15 Gbps yang dihasilkan oleh Satelit Nusantara Satu, PT Pasifik Satelit Nusantara menargetkan dalam tiga tahun kedepan, kecepatan internet di Indonesia mencapai 150 Gbps. Perseroan terbatas tersebut masih memiliki tiga proyek satelit lain yang menunggu untuk mengangkasa. Terbesar diantaranya adalah SATELIT NUSANTARA TIGA dengan kapasitas melebihi tiga kali lipat kapasitas satelit nasional.

Satelit yang akan dibuat pada proyek pertama adalah Satelit Nusantara Dua, yang akan menempati slot orbit 113 derajat BT. Satelit ini akan menggantikan satelit sebelumnya yang akan habis masa orbitnya, yaitu Satelit Palapa D. Satelit yang sedang dalam tahap perakitan ini diperkirakan mengangkasa pada April 2020 mendatang. Sementara proyek terbesar, Satelit Nusantara Tiga akan memiliki kapasitas lebih dari 100 Gbps akan menempati slot orbit 146 derajat BT. Meskipun menempati orbit yang sama dengan Satelit Nusantara Satu, namun kedua satelit tersebut akan menggunakan gelombang radio yang berbeda. Kedua proyek tersebut akan ikut tender dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Namun sebelum adanya proyek tersebut, PT Pasifik Satelit Nusantara memang sudah aktif dalam berinisiatif menghadirkan satelit baru yang memiliki kapasitas lebih dari satelit saat ini.

Kesimpulan

Pemerintah Indonesia telah meluncurkan satelit baru yang akan mempercepat koneksi internet dengan jangkauan hingga ke pelosok tanah air. Kecepatan internet di Indonesia masih tergolong lambat, kita menduduki dua terbawah dari total wilayah pengguna internet di dunia. Indonesia yang akhir-akhir ini sedang gencar-gencarnya mengusung revolusi industri, kecepatan internet yang tergolong lambat tentu menjadi hal yang harus diperbaiki. Kehadiran satelit yang baru saja mengangkasa tersebut, diharapkan bisa mengatasi permasalahan tersebut. Kedepannya, koneksi internet Indonesia akan semakin cepat, pasalnya PT Pasifik Satelit Nusantara terus aktif membuat satelit dengan kapasitas lebih besar dari satelit saat ini.

 

Artikel dilansir dari DOMAINESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.